Jumat, 14 Oktober 2016

Tidak Bosan Jadi Karyawan

Mungkin kebanyakan orang "bosan menjadi karyawan" dan memilih jalan pintas dengan membuka usaha ini dan itu. Dan menurut para ahli motivasi "Kegagalan adalah jalan menuju kesuksesan". Tetapi banyak orang yang tidak pernah menjalani masa gagal sebelum dia sukses. Mari kita cermati bahwa tidak selamanya orang sukses itu dimulai dari sebuah atau beberapa kegagalan.
Kembali lagi soal karyawan, kata karyawan berarti orang yang suka berkarya atau bekerja. Memiliki ide dan tujuan meraih suatu target. Jika kita sekarang menjadi karyawan maka nikmatilah, masih bersyukur daripada orang yang tidak memiliki pekerjaan. Tetapi bagaimana bisa menjadi karyawan yang sukses dalam pekerjaan? ada beberapa hal yang harus dicermati saat kita menjadi karyawan, antara lain sebagai berikut:

  • memiliki tujuan yang jelas
  • disiplin waktu / efisiensi waktu kerja
  • bekerja sungguh-sungguh
  • Bertanggung jawab
Bukannya kita tidak bisa sukses jika selalu menjadi karyawan, terus bagaimana kita bisa kaya kalau kita terus terusan menjadi karyawan? jawabanya adalah satu, ilmu yang kita dapatkan dari hasil kerja kita menjadi seorang karyawan. Iya ilmu, kenapa? kita bisa mengetahui permasalahan dalam suatu perusahaan sebelum kita membangun sebuah perusahaan sendiri. Mulai dari sistem management, keuangan dan human resoure. 

Menurut saya tidak usah bosan menjadi seorang karyawan, tetapi "Bosanla jika seorang karyawan tidak memiliki usaha". Jika modal masih pas-pasan maka sebaiknya kita jangan keluar dulu dari perusahaan tempat bekerja saat ini. Mulailah usaha dengan bijak dan serius. Bagaimana kita bisa serius sedangkan kita masih bekerja? yup, pilihlah usaha franchise yang sedang ngetren dan membutuhkan modal sedikit. Atau jika belum cukup maka carilah partner usaha untuk membuka usaha tersebut. Carilah franchise yang terpercaya dan disukai pasar.



Selasa, 11 Oktober 2016

Mengenai Saya

Kendal adalah kota kecil tempat kelahiran saya, Desa Bulak merupakan desa yang saya tinggali sampai sekolah menengah atas. Bulan Juli 1982 yang lalu saya  dilahirkan dengan kondisi normal di rumah bidan setempat. H. Abdul Rosyid (alm.) nama ayah handa tercinta yang wafat pada bulan Desember 2010 dalam usia 55 tahun. Alhamdulillah beliau sudah menunaikan salah satu rukun Islam pada usia 17 tahun bersama kakek (Mbah Mansyur).  Saya memiliki 3 saudara kandung, dua kakak laki-laki dan satu adik perempuan. Kakak pertama bernama Huda merupakan lulusan dari Universitas Muhammadiyah Malang jurusan Teknik Sipil. Sedangkan kakak kedua lulusan Teknik Mesin di Universitas yang sama. Hobby Automotif terutama motor cross salah satu favoritnya. Yang terakhir adik perempuan saya bernama Nana alhamdulillah sudah menempuh sarjana ekonomi di salah satu universitas swasta di Semarang.
Kami tinggal didesa kecil dengan hamparan sawah yang luas dan hijau. Hidup didesa dengan serba kekurangan sarana pendidikan tidak menjadikan kami buta akan ilmu. Alhamdulillah kedua orang tua kami bisa menyekolahkan sampai sarjana walaupun pengahasilan jadi petani padi sebagai sumber pokoknya. Orang tua kami milih membesarkan kami dengan ilmu daripada dengan warisan harta yang melimpah. Kami dididik menjadi manusia yang mandiri dan beragama.