Minggu, 17 September 2017

Sarbagita Oh Sarbagita

Memiliki kendaraan bermotor baik motor maupun mobil adalah dambaan setiap orang. Hal ini dimaksudkan agar bisa jalan kemana-mana dengan mudah tanpa mengeluarkan biaya alias ongkos. Tetapi sebagian orang yang tidak meliki cukup uang untuk membeli kendaraan bermotor biasa menggunakan transportasi umum seperti angkot, bus, taxi dan trasportasi online.
Dipulau Bali khususnya yang mendapat julukan surganya wisata jarang sekali ditemukan trasportasi umum seperti angkot. Yang paling mudah ditemukan adalah taxi, untuk angkutan umum seperti bus Sarbagita mirip dengan bus Trans Jakarta hanya diwilayah tertentu. Sehingga peminat dari transportasi ini sepi, Karena tujuan dan waktu tunggunya yang lama.


Pengalaman pribadi menggunakan transportasi bus Sarbagita neh. Saya dengan rombongan pergi dari Kediri, Tabanan berencana ke tujuan Mall Bali Galeria (MBG) yang terletak di Simpang Dewa Ruci, Kuta. Perjalanan dimulai pukul 08.00 WITA, naik dari Supermarket Hardys Tabanan, setelah setengah jam tunggu di halte akhirnya bus Sarbagita datang. Waktu tempuh dari Hardys Tabanan ke MBG kurang lebih satu jam 45 menit dan saya beserta rombongan harus berganti bus di halte Mahendradata. Terus terang didalah bus Sarbagita sangat nyaman, AC dingin dan tempat duduk sangat lega. Ongkos sekali naik Sarbagita Rp. 3.500,- untuk dewasa dan Rp. 2.500,- untuk pelajar, sedangkan untuk anak-anak masih GRATIS. Setelah sampai di MBG saya beserta rombongan berencana pulah jam 14.00 WITA. Akhirnya kami nunggu di halte Simpang Dewa Ruci yang terletak diujung persimpangan jalan. Sejam kami nunggu bus jurusan Tabanan belum nongol, dua jam berlalu sampai jajan dan makanan ludes belum nongol juga. Kami nunggu bukan di halte tetapi di trotoar yang tidak beratap Karena halte bus tidak muat. Dan akhirnya jam 17.00 WITA bus Sarbagita nongol…Alhamdulillah… Saya tanya ke supir bus tersebut, “Kok datangnya lama Pak?” supir bus menjawab “ada masalah bus yang satunya Pak, bus jurusan ke Tabanan yang beroperasi hanya 2 unit saja”. Oalah pantes lama sekali, kabarnya bus Sarbagita lewat paling lama sejam. Mungkin bukan hari baik saya dan rombongan, hari yang sangat melelahkan.

Pengalaman lain saya selain itu adalah waktu saya terbang dari Jogja ke Bali. Rencananya mau pulang ke Tabanan naik bus Sarbagita Karena tarifnya murah dan nyaman. Karena waktu tunggu lebih dari dua jam tidak nongol juga akhirnya saya naik taxi bandara yang tarifnya MAHAL SEKALI. Masak rute Bandara ke kantor saya di Seminyak Rp.150.000,-, haduh…tambahin Rp. 100.000,- bisa buat ongkos Bali ke Jogja via bus. Kenapa tarif taxi bandara begitu mahal? Dan kenapa harus monopoli traspostasi bandara?

Sebenarnya dengan adanya transportasi umum seperti Sarbagita sangat membantu masyrakat menuju ke suatu tujuan. Tetapi waktu tunggu dan ruang tunggunya (halte) belum senyaman di Jakarta. Semoga suatu saat nanti pelayanan bus Sarbagita lebih baik dan tidak membuat orang kapok memakai jasa transportasi public / umum.

Jika memiliki pengalaman memakai transportasi umum lainnya bisa share disini. 
Semoga kita memperoleh pelayanan publik yang nyaman dan aman.